Kamis, 03 November 2011

Jodohku...maunya ku dirimu..

Alhamdulillah ya Allah,,, sudah mendapat kesempatan kedua untuk merasakan titipan Ilahi ini... sekarang sudah mulai memasuki 18 minggu.. Ya, ini memang kesempatan kedua ku.. yang pertama.. kami tidak berhasil melaluinya hingga akhir. Cikal bakal darah daging kami hanya bertahan 2 bulan.. 2 bulan yang menegangkan. Tak kupungkiri banyak kekhawatiran.. hingga Allah pun tak ingin membuatku terlalu khawatir. 2 bulan saja ya ri. Sedih, kecewa, menyalahkan diri sendiri. Itu yang paling menyakitkan.

Yap, sakit fisik yang memang sakit.. bisa dipulihkan dengan cepat. Kuret dan istirahat sudah cukup. Aku pun istirahat dari pekerjaan yang aku cintai. Ya, pada kehamilan pertama, aku tetap bekerja, karena kata dokter selagi tidak ada keluhan, tidak masalah. Memang aku tidak mengalami yang namanya morning sickness, aku merasa senang dan sehat. Tapi mungkin aku tidak sadar, atau tidak mau menyadari, atau menyangkal mungkin? bahwa dibawahsadarku, dalam hati kecilku, aku punya kekhawatiran, parno mungkin. Sehingga.. sehingga... yah 2 bulan saja ya Ri, kata Allah.

Seperti yang kubilang tadi, sakit fisikku sembuh kurang dari 1 bulan. sebenarnya pasca nya itu ga ada sakitnya malah. pra miscarriagenya yang menyakitkan secara fisik. Kayak orang dapat haid yang sakit ga ketulungan.Yap, aku baik-baik saja (secara fisik) tapi tidak batinku, tidak hatiku, tidak pikiranku, tidak juga kebahagiaanku. Butuh waktu yang cukup lama, untuk bisa menegakkan kepala ini lagi dan tersenyum kepada orang-orang. Atau sekedar bersenda gurau dengan tawa yang tidak dibuat-buat.

Alhamdulillah ya ALLAh, dalam ketidaktahuanku akan makna dari peristiwa ini, Allah memperlihatkan kasih sayangNya kepadaku, lewat orangtuaku, keluargaku, terutama lewat teman hidupku yang sudah menemaniku selama 6 bulan terakhir ini. Itulah obat kebangkitanku. Sesuatu terjadi karena sesuatu. Yap, Allah telah mengajarkanku banyak hal dalam masa pemulihan itu. Hingga aku diingatkan lagi untuk bersyukur. Bersyukur dalam titik terendahku. Bersyukur dalam ketiadaanku. Bersyukur dalam kenikmatan dari tangisku. Aku harus bisa melihatnya. Allah bukannya tidak menyayangi hambaNya dengan mengujinya. Tapi malah ingin menunjukkan betapa banyak nikmat dan karunia lain yang telah Ia berikan. Hanya terkadang kita tidak melihatnya.

1,5 bulan setelah kehilanganku, aku kembali bekerja, membuka diri, dan mencoba berbagi luka. Sehingga, akupun tau, banyak yang mengalaminya, dan itu bukanlah akhir. Seolah-olah itu adalah hal yang biasa saat ini (atau apa memang biasa??). Ah, aku doakan, saudara dan teman2ku tak akan mengalaminya. Akhir semesterpun tiba, aku sudah tersenyum lagi. Tapi, ada cobaan lain yang datang. Satu ujian lagi untuk keluargaku. Cobaan yang diikuti dengan nikmat yang tersembunyi. Yap,, ayahku terserang stroke di kepalanya (pecah pembuluh darah). Ya Allah, degdegan rasanya. Tapi, lagi-lagi, aku tidak sendiri. Kami dikuatkan. Satu-satunya cara untuk sehat hanya operasi. Dan singkat cerita, Alhamdulillah, operasi ayah berjalan lancar, dan sekarang beliau sudah bisa beraktivitas lagi. TAPI.. harus waspada.. hidup sehat!!!

Juli pun datang...

3 bulan sudah sejak kehilanganku.. aku ingin mencoba lagi.. dan Allah mendengar doaku. Alhamdulillah.. sekarang sudah bulan November....

Semoga kehadiranmu saat ini menguatkanku.. semoga kita bertemu hingga waktunya tiba.Waktu yang baik.

Jodohku, maunya ku dirimu.. anakku.. izinkan aku melihatmu tersenyum dipelukanku..Amin