Alhamdulillah ya Allah,,, sudah mendapat kesempatan kedua untuk merasakan titipan Ilahi ini... sekarang sudah mulai memasuki 18 minggu.. Ya, ini memang kesempatan kedua ku.. yang pertama.. kami tidak berhasil melaluinya hingga akhir. Cikal bakal darah daging kami hanya bertahan 2 bulan.. 2 bulan yang menegangkan. Tak kupungkiri banyak kekhawatiran.. hingga Allah pun tak ingin membuatku terlalu khawatir. 2 bulan saja ya ri. Sedih, kecewa, menyalahkan diri sendiri. Itu yang paling menyakitkan.
Yap, sakit fisik yang memang sakit.. bisa dipulihkan dengan cepat. Kuret dan istirahat sudah cukup. Aku pun istirahat dari pekerjaan yang aku cintai. Ya, pada kehamilan pertama, aku tetap bekerja, karena kata dokter selagi tidak ada keluhan, tidak masalah. Memang aku tidak mengalami yang namanya morning sickness, aku merasa senang dan sehat. Tapi mungkin aku tidak sadar, atau tidak mau menyadari, atau menyangkal mungkin? bahwa dibawahsadarku, dalam hati kecilku, aku punya kekhawatiran, parno mungkin. Sehingga.. sehingga... yah 2 bulan saja ya Ri, kata Allah.
Seperti yang kubilang tadi, sakit fisikku sembuh kurang dari 1 bulan. sebenarnya pasca nya itu ga ada sakitnya malah. pra miscarriagenya yang menyakitkan secara fisik. Kayak orang dapat haid yang sakit ga ketulungan.Yap, aku baik-baik saja (secara fisik) tapi tidak batinku, tidak hatiku, tidak pikiranku, tidak juga kebahagiaanku. Butuh waktu yang cukup lama, untuk bisa menegakkan kepala ini lagi dan tersenyum kepada orang-orang. Atau sekedar bersenda gurau dengan tawa yang tidak dibuat-buat.
Alhamdulillah ya ALLAh, dalam ketidaktahuanku akan makna dari peristiwa ini, Allah memperlihatkan kasih sayangNya kepadaku, lewat orangtuaku, keluargaku, terutama lewat teman hidupku yang sudah menemaniku selama 6 bulan terakhir ini. Itulah obat kebangkitanku. Sesuatu terjadi karena sesuatu. Yap, Allah telah mengajarkanku banyak hal dalam masa pemulihan itu. Hingga aku diingatkan lagi untuk bersyukur. Bersyukur dalam titik terendahku. Bersyukur dalam ketiadaanku. Bersyukur dalam kenikmatan dari tangisku. Aku harus bisa melihatnya. Allah bukannya tidak menyayangi hambaNya dengan mengujinya. Tapi malah ingin menunjukkan betapa banyak nikmat dan karunia lain yang telah Ia berikan. Hanya terkadang kita tidak melihatnya.
1,5 bulan setelah kehilanganku, aku kembali bekerja, membuka diri, dan mencoba berbagi luka. Sehingga, akupun tau, banyak yang mengalaminya, dan itu bukanlah akhir. Seolah-olah itu adalah hal yang biasa saat ini (atau apa memang biasa??). Ah, aku doakan, saudara dan teman2ku tak akan mengalaminya. Akhir semesterpun tiba, aku sudah tersenyum lagi. Tapi, ada cobaan lain yang datang. Satu ujian lagi untuk keluargaku. Cobaan yang diikuti dengan nikmat yang tersembunyi. Yap,, ayahku terserang stroke di kepalanya (pecah pembuluh darah). Ya Allah, degdegan rasanya. Tapi, lagi-lagi, aku tidak sendiri. Kami dikuatkan. Satu-satunya cara untuk sehat hanya operasi. Dan singkat cerita, Alhamdulillah, operasi ayah berjalan lancar, dan sekarang beliau sudah bisa beraktivitas lagi. TAPI.. harus waspada.. hidup sehat!!!
Juli pun datang...
3 bulan sudah sejak kehilanganku.. aku ingin mencoba lagi.. dan Allah mendengar doaku. Alhamdulillah.. sekarang sudah bulan November....
Semoga kehadiranmu saat ini menguatkanku.. semoga kita bertemu hingga waktunya tiba.Waktu yang baik.
Jodohku, maunya ku dirimu.. anakku.. izinkan aku melihatmu tersenyum dipelukanku..Amin
Kamis, 03 November 2011
Kamis, 03 Februari 2011
Mereka..
Aku mungkin orang yang belum punya keteguhan hati.. yang gigih untuk berjuang hingga titik akhir.. Tapi ketika aku merasa lelah untuk mencoba dan untuk terus bertahan.. Mereka terus mengingatkanku. Ayo, majulah.. sedikit lagi.. kamu sudah mencoba sangat jauh.. hanya perlu menuntaskannya sedikit lagi!
Aku pun mungkin bukan orang yang penyabar.. yang bisa tetap tersenyum disaat diuji oleh keadaan yang membuatku geram.. Namun, mereka selalu mengingatkan aku.. Jika aku bisa tersenyum.. itu lebih dari cukup.. senyuman itu akan mendinginkan amarahku, mendamaikan hatiku.. dan akupun mencoba.. untuk tersenyum tulus.. dan itu bukan untuk orang lain.. tapi untuk diriku sendiri.. karena akhirnya aku tau.. senyum yang kita berikan untuk kita adalah senyuman yang terpancar dari hati kita yang kita berikan kepada orang lain. Senyuman yang tulus.
Mereka lah.. yang selalu menguatkan aku.. menginspirasiku.. Alhamdulillah..
Mereka = orangtua = adik = kakak = abang = teman = sahabat = uda ^_^
Rabu, 19 Januari 2011
Orang baru..
Menulis... mungkin bukan keahlianku kali yaa.. aku dulu suka menulis.. sekedar untuk mengeksperikan apa yang ada di hati.. tapi, paling sering menulis di saat galau.. sedih.. dan sendiri.. saat bercerita dengan orang terdekat tidak cukup untuk menjadi pelipur lara.. saat ku tau.. goresan tinta akan menghapus risau hati.. karena semua telah tertuang dalam bentuk yang lain. Aku bisa membuat puisi. yang tahahapohapo.. heehehe.. yang hanya bisa kumengerti.. atau mungkin hanya sekedar diari yg tak ada plitnya... tapi.. aku ingin mencoba juga.. menulis di saat senang.. atau apapun itu.. mari mencoba.. hehehe
Langganan:
Postingan (Atom)